Selasa, 28 April 2015

Membuat jaringan wireless mode infrastruktur



Topologi jaringan wireless mode infrastruktur memerlukan perantara yang disebut dengan nama access point karena mode infrastruktur lebih kompleks dari pada mode AdHoc. Access point juga dikenal dengan istilah wireless broadband router atau wireless router. Access point berlaku seperti hub atau switch pada jaringan kabel, sehingga access point akan menjadi pusat dari jaringan WLAN.
Mode infrastruktur disebut juga dengan nama BSS (basic service set). Fungsi access point tidak hanya untuk menghubungkan koneksi wireless saja, melankan juga bisa dihubungkan dengankoneksi jaringan kabel LAN.
Konfigurasi access point dilakukan menggunakan browser, seperti internet explorer, Mozilla forefox, opera, google chrome, maupun browser lainya. Jadi langkah yang diterapkan adalah sama, baik menggunakan windowsXP mapun windows7.
Secara default, kebanyakan access point memiliki IP address, username, dan password yang sama, walaupun access point tersebut memiliki merek yang berbeda.
Biasanya data tersebut adalah:
IP address: 192.168.1.1 atau 192.168.0.1
Username: admin atau administrator
Password: admin atau administrator atau dikosongkan
Sebelum mulai mengatur setting access point, nyalakan terlebih dahulu access point tersebut dengan menghubungkan adaptor yang disdiakan kelistrik, dan tekan tombol on.
Pada dasarnya, untuk melakukan sebuah konfigurasi sebuah access point, intinya kita hanya perlu mengonfigurasi beberapa hal berikut:
·         SSID
·         Channel/Frekuensi
·         IP Address
·         Netmask
·         Gateway
Sedangkan pengaturan lainya hanya tambahan pelengkap saja.
Pada contoh disini, saya menggunakan access point merek Linksys. Namun, langkah setting access point untuk merek lainya tidak jauh berbeda, termasuk pula username, password, dan ip address. Biasanya yang berbeda hanya tampilan dan juga fingsi tambahan. Sedangkan untuk pengaturan utamanya tetaplah sama.
Sekarang kita mulai untuk mengatur access point. Untuk mengakses access point, kita hanya perlu memasukan ip address yang digunakan access point di browser.
Pada kotak dialog authentication required masukan user name dan password, lalu klik ok.
Halaman pertama adalah wetup page. Ketika anda berhasih masuk ke halamah ini, hal ini berarti masuk kedalam halaman utama untuk melakukan konfigurasi accsess point. Perlu anda ketahui dalam buku ini, tidak dibahas semua menu yang terdapat dalam halaman konfigurasi access point. Melainkan hanya diarahkan unutk membangun jarignan wireless mode infrastruktur.
Melalui setup page ini kita dapat mengonfigurasi time zone, konfigurasi internt connection, konfigurasi LAN, dan konfigurasi wireless.
1.       Konfigurasi LAN yang perlu kita lakukan adalah menset IP address dan subnemask. Pada bagian LAN, biasanya telah tersisi dengan IP 192.168.1.1 yang merupakan IP address default untuk access point yang anda gunkan. Begitu pula dengan subnetmask telah tersisidengan nilai 255.255.255.0. berikan saja kedua nilai tersebut dalam kondisi default.
2.       Ada beberapa type sambungan yang mungkin pada konfigurasi internet connection, seperti menggunakan ip static atau ip automatic/ip dynamic melalui DHCP server. Tampak pada gambar digunakan ip static pada sambungan internet.
Untuk pengaturan menu internet, biarkan saja kondisi default. Atau tergantung pada ISP tempat anda berlanganan internet.
3.       Konfigurasi pada bagian wireless adalah mengatur channel dan SSID dari access point.
·         Mode digunakan untuk menentukan wireless adapter yang diizinkan terkoneksi ke access point.
-          Disable berarti mematikan fungsi wireless sehingga tidak ada klien yang dapat terhubung ke access point.
-          B-only, maksudnya access point hanya dapat menerima koneksi dari klien dengan standard 802.11b.
-          G-only, berarti access point hanya dapat menerima koneksi dari klien dengan standard 802.11g.
-          Mixed artinya, access point dapat menerima koneksi dari klien 802.11b dan 802.11g. anda juga bisa mengatur untuk menerima koneksi daro 802.11b saja melalui pilihan B-only, atau hanya menerima koneksi dari 802.11g dengan mengaktifkan pilihan G-only.
·         Channel, gunakan channel berbeda supaya tidak terjadi interfrensi antara sesame jaringan wireless. misalnya, channel 1.6.11 tidak akan saling mengganggu satu sama lain, atau channel 2,7,12  dan 3.8.13. pilihan channel yang sesuai dengan kondisi sekitar anda. Misalnya, wireless adapter anda mendeteksi dengan channel 1, berarti gunakan channel 6 untuk jaringan wireless yang sedang anda bangun.
·         SSID diisi dengan nama jaringan wireless yang anda buat.
-          SSID broadcast, pilihan enable berarti SSID anda akan diperlihatkan kesemua klien.
-          Disable yang berarti anda menyembunyikan SSID kepada klien anggota jaringan.
-          Untuk menggunakan access point, kita dapat mendesible ESSID broadcast sehingga hanya mereka yang tau tentang access point kita yang dapat mengaksesnya. Namun, sebaiknya anda memilih enable supaya memudahkan computer lain untuk mencari keberadaan access point tersebut.

·         WEP digunakan untuk memasang assword apabila computer lain ingin terhubung melalui jaringan yang anda buat. Pada contoh dibawah saya menonaktifkan fingsi WEP.
Sampai pada tahap ini, sebenarnya access point yang anda konfigurasi sudah dapat digunakan ntuk membangun jaringan wireless dengan mode infrastruktur. Sedangkan konfigurasi berikutnya hanyalah tambahan yang boleh anda atur maupun tidak.
Pada halaman selanjutnya, yaitu halaman security, kita dapat mengonfigurasi beberapa parameter keamanan, seperti administrator password, type virtual private network (VPN) traffic yang diizinkan, konfigurasi dari de-militarized zone (DMZ) juga firewall skala kecil.
Pada halaman system kita dapat meninggalkan proses konfigurasi system ini. Kita perlu menggunakan fasilitas ini jika kita ingin mengupgrade firmware, mengubah maximum transmission unit (MTU) dari interface, dan mengaktifkan/menonaktifkan agar paket multicast dapat lewat.
Pada halaman DHPC, jika anda ingin mengaktifkan DHPC server, kita perlu memberikan range dari ip address yang dialokasikan untuk workstation yang tersambung, dan DNS server bagi workstation dijaringan.
Beberapa poin penting diantaranya adalah:
·         Apabila DHCP dalam kondisi enable, artinya access point anda dapat bertindak sebaai DHCP server yang dapat memberikan ip address otomatis ke computer klien yang terhubung. Sedangkan disable, berarti access point tidak dapat menangani pemberian ip address  secara otomatis.
·         Starting ip address meripakan ip address yang diberikan kekomputer klien. Apabila DHCP server dalam kondisi enable, perhatikan pada contohnya. Starting ip address adalah 192.168.1.100, maka klien kedua akan memiliki ip address 192.168.1.101, dan begitu seterunya.
·         Maximum number of DHCP users merupakan jumlah klien DHCP server.
Sebagai tambahan, apabila pada pengaturan DHCP server anda enable, maka anda dapat menentukan ip address  klien secara otomatis. Sedangkan jika anda memilih disable maka anda harus menentukan ip address klien secara manual, sesuai dengan rentang ip yang telah anda atur pada access point. Sedangkan cara mengubah ip computer telah kita bahas pada bagian terdahulu.
Kita dapat melihat semua status dari konfigurasi yang ada pada halaman status.
Pada halaman advanced, kita dapat mengonfirmasi parameter wireless yang lebih advance. Seperti pengaturan RTS threshold dan fragmentation threshold untuk beroperasi pada jaringan yang congested, interval beacon untuk broadcasting ESSID dari access point, kecepatan pada wireless LAN.
Dalam bagian advanced wireless ini kita dapat mengaktifkan table MAC filtering. MAC filtering dapat digunaka untuk membatasi akses agar hanya klien yang kita ketahui MAC addressnya saja yang dapat mengakses access point.
Apabila wireless MAC filter dalam kondisi enable maka anda dapat menentukan klien mana saja yang boleh bergabung dalam jaringan wireless, berdasarkan MAC addressnya.
Untuk melihat MAC address sebuah computer, gunakan command prompt lalu ketik ipconfig/all. Lalu perhatikan pada bagian physical address, disanalah MAC addressnya.
Masukan MAC address yang telah anda dapatkan tersebut pada table MAC address filter list.
Sejauh ini kita telah berhasil mengatur konfigurasi access point. Selanjutnya, kita harus perlu menghubungkan computer mana saja yang akan bergabung pada jaringan wireless. cara untuk terhubung dalam jaringan wireless mode infrastruktur ini sama seperti terhubung dalam jaringan wireless mode AdHoc .
Sebagai tambahan penjelasan dan juga rangkuman dari penjelasan diatas, berikut ini contoh konfigurasi access point lainya, dimana saya menggunakan lynksys WRT5G, disini saya hanya memberikan contoh pengaturan yang utama saja.
1.       Dalam jendela konfigurasi access point, klik tab wireless.
2.       Masukan nama jaringan wireless yang anda inginkan pada bagian wireless network name atau yang disebut dengan SSID (service set identifier). Sebagai contoh disini saya memasukan nama “APku”.
3.       Pada bagian wireless SSID broadcast, pilih opsi enable, tujuanya agar klien dapat mendeteksi keberadaan access point anda dengan nama “Apku”.
4.       Pada bagian wireless channel, klik tombol dropdown lalu pilih channel yang ingin anda gunakan.
5.       Setelah semuanya selesai, simpan konfigurasi yang telah anda lakukan.
 Apabila anda membuat kesalahan dalam melakukan konfigurasi access point, dan tidak mengetahui dibagian mana perubahan tersebut anda lakukan, anda bisa menekan dan tahan tombol reset pada access point kurang lebih selama 30 detik, untuk mengendalikan access point pada setting default perusahaan.
Sekilas tentang channel
Pemahaman tentang channel sangat penting diketahui, karena channel merupakan sebuah bagian pada pita atau band frekuensi. Penentuan sebuah channel yang terdapat sangat penting dilakukan agar setiap frekuensi tidak saling bertumpuk (averlap) atau tumpang tindih dengan jaringan WLAN lain disekitar kita. Pada frekuensi 2.4GHz ini, ada 14 channel yang dapat anda gunakan.
Contoh paling umum dari kasus tumpang tindih frekuensi adalah misalnya sewaktu anda menyetel radio, lalu anda bisa mendengar dua suara dari dua stasiun radio yang berbeda. Hal ini terjadi karena ada interferensi antar frekuensi radio. Hal yang sama juga bisa terjadi pada frekuensi 2.4GHz. akibat adanya interfrensi pada jaringan wireless adalah rusaknya data data yang dikirim. Oleh karena itulah, penbagian channel perlu dilakukan, supaya data dan performance jaringan wireless bisa di optmalkan.
Stndar 802.11 membagi masing masing frekuensi supaya tidak terjadi tumpang tindih. Setiap band termagi menjadi 14 saluran dengan masing masing lebar 22MHz, dengan jarak pemisah 5MHz. Dimana chanel 1 berpusat pada 2.241GHz, channel 13 berpusat pada 2.472, dan chanel 14 berpusat pada 2.484GHz. untuk lebih jelas, frekuensi yang digunakan oleh channel bisa anda lihan pada table berikut ini.
channel
Frequency (GHz)
Range (GHz)
Channel range
1
2.412
2.401-2.423
1-3
2
2.417
2.406-2.428
1-4
3
2.422
2.411-2.433
1-5
4
2.427
2.416-2.438
2-6
5
2.432
2.421-2.443
2-7
6
2.437
2.426-2.448
2-8
7
2.442
2.431-2.453
5-9
8
2.447
2.436-2.458
6-10
9
2.452
2.441-2.463
7-11
10
2.457
2.446-2.468
8-11
11
2.462
2.451-2.473
9-11
12
2.467
2.456-2.478
-
13
2.472
2.461-2.483
-
14
2.484
2.473-2.495
-

Nilai frekuensi yang ditampilkan adalah nilai tengahnya saja. Misalnya, untuk channel pertama, dituliskan frekuensi 2.412GHz. sebenarnya frekuensi ini menggunakan range 2.401GHz-2.423GHz, yaitu 11MHz dibawah dan diatas 2.412GHz. oleh karena itu, setiap channel dikatakan memiliki lebar 22MHz.
Jika anda perhatikan table diatas, pengalokasian frekuensi setiap channel terlihat tumpang timdih. Misalnya, pada channel 1 dan channel 2, sebagian saling tumpang tindih. Karena channel 1 menggunakan frekuensi 2.401GHz-2.421GHz, sedangkan channel 2 mrnggunakan frekuensi 2.401GHz-2.428GHz. akibat adanya tumpang tindih ini bisa menimbulkan interferensi.
Agar tidak ada interferensi maka diperlukan alokasi frekuensi yang baik. Pada lokasi yang sama sebaiknya hidari menggunakan channel yang bisa menimbulkan interferensi. Sebagai contih, channel 1.6 dan 11 tidak akan saling tumpang tindih, channel lainya yang tidak menyebabkan tumpang tindih adalah 2.7 dan 12. Serta shannel 3.8 dan 13.
Gabungan jaringan konversional dan wireless
Tugas access point tidak hanya membentuk jaringan wireless saja, karena access point juga dapat digunakan untuk menjembatani hubungan dengan jaringan konversional melalui port RJ-45 atau port Ethernet yang terdapat pada access point tersebut.
ESS (extended service set)
Untuk menambah pengtahuan anda, perlu anda ketahui bahwa terkadang terdapat klien dalam anggota jaringan yang tidak terjangkau oleh sinyal access point. Oleh karena itu, kita bisa membangun BSS baru dengan menambah access point untuk memperluas jangkauan sinyal access point yang dikenal dengan sebutan ESS (extended service set).
Untuk membat ESS, SSID yang digunakan haruslah sama, namun dibedakan chanelnya. Hal ini bertujuan sewaktu terjadi perpindahan klien dari satu BSS ke BSS yang lain tidak kehilanggan koneksivitasnya, atau dikenal dengan istilah roaming. Roaming adalah fitur yang memungkinkan klien untuk berpindah dari satu jaringan BSS ke jaringan BSS yang lain secara otomatis tanpa terputus koneksinya.
Supaya roaming ini bisa terjadi maka setiap access point harus membentuk irisan atau disebut sebagai daerah overlapping, yaitu tempat bertemunya sinyal dari dua buah access point.
Mengetahui jenis koneksi
Setelah anda bisa mnbuat dan juga melakukan koneksi jaringan wireless, baik melalui AdHoc dan juga infrastruktur, anda dapat melihat perbedaan ini sewaktu akan melakukan koneksi kejaringan wireless. apakah anda terhubung melalui jaringan wireless mode AdHoc atau jaringan wireless mode infrastruktur.
Pada windowsXP, anda bisa melihat hal ini dalam kotak dialog wireless network connection. Untuk koneksi jaringan wireless mode infrastruktur menggunakan ikon berupa sebuah antenna. Sedangkan mode AdHoc menggunakan ikon dua buah computer yang saling terhubung.
Sedangkan pada windows7, jaringan wireless mode infrastruktur disimbolkan dengan bentuk sinyal. Dan untuk jaringan wireless mode AdHoc disimbolkan denga tiga buah computer yang saling terhubung.
Dari informasi tersebut, ketika anda menemukan adanya sinyal wireless maka anda bisa mengetahui bahwa sinyal tersebut berasal dari jaringan wireless mode AdHoc atau mode infrastruktur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar